• Didi Kurniadi Halim

Mengukur Kinerja (Performance Measurements)

Kinerja atau performance adalah nilai atas sesuatu proses, mengutip salah satu yang disampaikan guru dari Mister Konsultan yaitu Prof. Dermawan Wibisono, Jika sesuatu tidak bisa diukur maka tidak akan bisa diatur (if you can not measure it, you can not manage it).

Pada tulisan kali ini MisterKonsultan akan membahas tahapan atau hal-hal yang mesti diperhatikan dalam menyusun sebuah KPI berdasarkan beberapa pekerjaan penyusunan KPI dimana MisterKonsultan terlibat dan juga pengetahuan (knowledge) yang MisterKonsultan dapat dari beberap pengajar dan juga praktisi.

Perusahaan, pemilik usaha/bisnis umumnya memiliki tujuan, target yang ingin dicapai, tetapi beberapa perusahaan tidak pernah mencapai pada target atau tujuan yang ingin dicapai tersebut dan tidak sedikit para pemilik usaha/bisnis justru menyalahkan karyawannya atas ketidakberhasilan dalam mencapai tujuan/target ini. Ini merupakan sesuatu yang tidak tepat dilakukan oleh pemilik usaha/bisnis, berikut pembahasan MisterKonsultan tentang ukuran kinerja.


Tidak tercapainya tujuan/target tidak selalu menjadi kesalahan karyawan tapi bisa saja dikarenakan pemilik usaha/bisnis tidak membuat sebuah ukuran yang tepat tentang kemajuan usaha/bisnis, bisa juga karena tidak tersosialisasinya tujuan/target ini kesuluruh organisasi, sehingga setiap departemen/divisi/unit/fungsi dalam organisasi tidak mengerti perannya dalam organisasi.


Alat ukut yang dapat digunakan untuk mengukur kemajuan sebuah perusahaan adalah Key Performance Indicator (KPI). Saat ini KPI memiliki peran penting dalam kemajuan sebuah usaha/bisnis, karena KPI bisa mengukur pencapaian kinerja apakah sudah sesuai dengan rencana perusahaan.


KPI untuk setiap perusahaan akan berbeda-beda karena tentunya setiap perusahaan memiliki tujuan/target yang ingin dicapai, berikut beberapa tahapan yang MisterKonsultan rangkum setelah terlibat dalam penyusunan beberapa KPI di beberapa perusahaan.


Menetapkan Target/Tujuan

Tentunya dalam 1 tahun ada target/tujuan yang hendak dicapai, misal pendapatan (revenue) yang ingin dicapai dalam 1 tahun. Target/tujuan perlu juga tersosialiasi kepada seluruh pihak agar setiap pihak dalam perusahaan akan merasa memiliki kontribusi terhadap tujuan/target yang ditetapkan oleh perusahaan.


Definisikan Kontribusi Setiap Departmen/Divisi/Unit/Fungsi dalam Organisasi

Setiap departmen/divisi/fungsi/unit/fungsi dalam organisasi tentu memiliki kontribusi yang penting bagi kemajuan sebuah perusahaan, yang diperlukan disini adalah pendefinisian aktifitas-aktifitas yang ada didalamnya, aktifitas apa yang menunjang tercapainya target/tujuan yang telah ditentukan, pastikan setiap departmen/divisi/unit/fungsi dalam organisasi dapat mendefinisikan proses bisnis pada masing-masing departmen/divisi/unit/fungsi.


Kuantifikasikan ukuran keberhasilan pada setiap proses bisnis

Lakukan monitoring atas proses bisnis dan pastikan bisa diukur dengan ukuran kuantitatif sesuai dengan tujuan/target yang hendak dicapai, ukuran keberhasilan ini yang umumnya disebut sebagai KPI.


Monitoring dan improvement

Lakukan monitoring atas ukuran-ukuran yang telah ditetapkan pada langkah sebelumnya, lakukan perbaikan agar tujuan/target yang ditetapkan tercapai.


Libatkan semua unsur dalam organisasi dalam penyusunan KPI ini sehingga akan membangkitkan rasa memiliki dari setiap karywan terhadap organisasi.


Untuk pengusaha/pemilik bisnis yang belum punya KPI dan ingin menyusun KPI, Mister Konsultan dapat membantu dalam proses penyusunannya, silahkan menghubungi Mister Konsultan melalui email didikurniadihalim@gmail.com.





Never Miss a Post. Subscribe Now!

Silahkan tinggalkan Alamat Email untuk mendapatkan semua tulisan terbaru dari Mister Konsultan

atau hubungi Mister Konsultan melalui email

didikurniadihalim@gmail.com

  • Grey Twitter Icon